Sains Di Balik Tendangan Bebas Terbaik Roberto Carlos
Artikel ini
dilansir Kamis, 09 September
2010,
meski begitu hal ini patut untuk diulas kembali. Roberto
Carlos,
pemain sepak bola terbaik asal Brasil melakukan
tendangan dari jarak 35 m ke arah gawang Perancis pada tahun 1997 yang
nampaknya mengarah ke sudut lapangan tapi membelok ke dalam gawang. Pembelokannya sangat jelas hingga penjaga gawang Perancis Fabien Barthez tidak
bergerak untuk menjaga gawangnya dari bola karena dalam pikirannya bola itu
akan keluar. Seorang pemain yang berada pada jarak 9 m dari gawang juga
menghindar karena pikirnya bola itu akan mengenainya hingga secara mengejutkan
bola itu akhirnya mengayun ke kiri dan mendarat di belakang gawang. Tendangan
bebas Carlos di Tournai de France ditulis oleh banyak orang sebagai kesempatan
yang sangat mujur yang menahan Perancis imbang. Para
ilmuwan menerapkan hukum fisika untuk menjelaskan masalah itu. Mereka
mengkomputasi lintasan bola itu dan menunjukkan bahwa gol Carlos bukanlah
kebetulan. Dengan menggunakan bola-bola plastik kecil dan
sebuah katapel, tim peneliti Perancis dari École Polytechnique di Palaiseau
mengubah kecepatan dan perputaran bola-bola melewati air untuk mengikuti
lintasan-lintasan yang berbeda. Walaupun penelitian mereka langsung
mengkonfirmasi efek Magnus yang sudah lama diketahui, yang membuat bola yang
berputar memiliki lintasan kurva, penelitian mereka mengungkap wawasan segar
tentang bola-bola berputar yang ditembakkan dari jarak yang sama dengan
tendangan bebas Carlos. Gesekan yang
didesakkan pada suatu bola oleh atmosfir sekelilingnya memperlambat bola itu
sehingga putarannya mengarahkan lintasan bola, dengan demikian terjadi perubahan arah di saat terakhir. Para
peneliti menyebut penemuan mereka sebagai "bola spiral yang berputar", membandingkan efek spiral
tendangan Carlos dengan jarak yang lebih dekat (24 m) tendangan bebas
"sirkuler" seperti yang dilakukan David Beckham dan Michael Platini. Seperti
yang dikatakan oleh Christophe Clanet dan David Quéré yang merupakan peneliti
dari École Polytechnique "Ketika
tendangan berasal dari jarak yang jauh dengan tenaga yang cukup untuk
mempertahankan kecepatannya saat mendekati gawang, bola itu bisa memiliki
lintasan yang tak terduga." "Tendangan Carlos dimulai dengan lintasan
sirkuler klasik tapi tiba-tiba membengkok dengan cara yang spektakuler dan
mengarah kembali ke gawang walaupun sebelumnya keluar dari target." "Orang-orang sering kali memperhatikan bahwa
tendangan bebas Carlos ditendang dari jarak yang cukup jauh, kami menunjukkan
dalam laporan kami bahwa ini bukanlah sebuah kebetulan, tapi merupakan suatu
kondisi yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah lintasan spiral,"
katanya.
Penelitian ini dipublikasikan di the New Journal of
Physics.

0 komentar:
Posting Komentar